
Demam piala dunia akhinya berhenti juga, senin (12/7). Malam yang membuat ku rela-rela menghubungi tetangga kos untuk meminjam Televisi karena televisi di kosan ku rusak. Perjuangan yang luar biasa untuk menyangsikan closing ceremony yang mengah. Malang tak dapat di tolak setelah berusaha untuk memperbaiki TV ternyata TV pun tak mau berkompromi dengan keaadan. Dan hal hasil di tukang yang memperbaiki meminta ku dan teman-teman di kos untuk "lembiru" lempar dan beli yang baru, benar-benar engak sopan tu si tukang.
Gara-gara TV engak juga bisa di perbaiki akhinya ku putuskan untuk meminjam TV tentangga. Dan dengan perjuang yang sangat menganaskan, memelas, dan merengek akhinya aku pun tak mendapatkan televisi untuk menonton Final piala dunia. Tidak tahu kenapa keinginan untuk menyaksikan bola malam itu sangat tinggi dan akhirnya aku dan kakak kos menyaksikan final piala dunia spanyol VS belanda lewat radio. Menyaksikan, kayaknya salah ya, mendengarkan baru pas. Malam terasa tahun 50an, gelap. Tapi tak apalah jagoan ku yang penting menang.

1 komentar:
Ternyata kamu tertular virus benda bundar itu juga...
Hmm...
^_*
Posting Komentar